Sunday, May 24, 2009

Abu Bakar Bashir - BS



Tetep aje ABB ngomong BS. Gua pengen banget debat ama dia...

Yang dia proposisi adalah setiap daerah mayoritas islam harus mengeluarkan perda untuk mewajibkan sholat, menutup aurat, dan kewajiban keagamaan yang lainnya. Mayoritas Kristen mengeluarkan perda yg mewajibkan kewajiban keagamaan mereka dalam daerah mereka. Sama juga untuk agama-agama dan daerah-daerah lainnya. Ini hanya akan berfungsi untuk meningkatkan ketegangan antar-agama, bisa sampai perang sipil. Orang Kristen dalam daerah yang dinyatakan Islam akan mengungsi ke daerah Kristen dan orang Islam di daerah Kristen sebaliknya.

Kekuatan Negara Indonesia berada dalam keanekaragamannya. Bhinneka Tunggal Ika. Pembangunan rintangan antara sesama warga bisa mengakibatkan penghancuran negara Indonesia... Terserah sih... Bukan negara saya, tapi sayang aja kalo bisa terjadi. Dan ini pasti terjadi kalau rekomendasinya ABB dilaksanakan.

ABB minta agar pemerintah lebih aktif dalam kehidupan religius sehari-hari. Departemen Agama sudah merupakan departemen terkorup di seluruh pemerintahan Indonesia... Setiap tahun orang bayar mahal buat naik haji/umroh, kok tiba di Makkah dijemput pake angkot? Seperti ABB sendiri bilang "kalo pemimpin, masih ada kemungkinan nyeleweng". Kasih pemerintah mengurus hal-hal pemerintahan seperti menyediakan jasa infrastruktur, pendidikan, dll - masalah ketuhanan diserahkan ke instansi agama masing2, jangan dicampur.

Tapi, menurut saya, idenya ABB yang paling tolol dalam video ini adalah bahwa pemerintah harus memaksa setiap orang yang beragama untuk melaksanakan semua hal yang diwajibkan oleh agamanya masing-masing. Yang mana yang lebih baik? 100 orang datang solat karena dipaksa oleh Undang-Undang yg ABB usulkan, atau 1 orang datang oleh karena keinginannya sendiri? 100 orang dengan hati sebel atau 1 orang dengan hati murni?

Walaupun saya bukan orang beragama, saya pasti bahwa tidak akan ada tuhan yang ingin melihat orang datang ke masjid/gereja/dll hanya karena dipaksa.

"When a man cannot choose, he ceases to be a man"

Terus terang gua masih bingung orang ginian bisa jadi ustad... Yang bener aje...

9 comments:

arry said...

di dalam islam, rasanya jelas banget disebutkan bahwa ''tidak ada paksaan dalam agama'', jadi ABB rasanya gak mengetahui hal itu.
saya pernah ketemu beliau, dan pengikutnya..dalam banyak hal, mereka juga kurang pandai agama, apalagi ilmu yang lain. Saya gak bisa bayangkan, apabila dia bikin partai politik, dan menang...
bisa gila saya

mr_john said...

Saya juga pernah ketemu (walaupun dari jauh), dia pernah datang ke masjid dekat rumah saya. Saya dana beberapa teman (bule semua) datang untuk dengar dia bicara.
"Siapapun yang menolong seorang kafir, sama saja kafir. Bicara saja sama orang kafir bahaya karena orang kafir selalu bekerja untuk merusak Islam."

Para penonton, yaitu tetanggaku semua dengar dengan baik, tapi sesudahnya (walaupun sudah jelas kita kafir yang dilarang tadi, kan blom pernah kelihatan di jumatan sebelumnya toh) orang masih baik2 aja. Nawarin aqua gelas dll...

arry said...

berat,bro. dan orang orang seperti itu mudah banget breeding di kawasan2 miskin, dan orang2 yang kurang berpendidikan. Makanya, saya agak merasa takut dengan masa depan indonesia.

Ardy Ferdianto said...

wah...man gw gak bicara banyak tentang persoalan itu yang gw tahu secara syariat sih memang seperti itu dan kalau loh mau lebih tepat berbincang dengan salah satu pengikutnya lo coba ngobrol sama teman gw ( Supri) dia juga yang ngajar di sanggar yang sedang berjalan di kampung melayu,ini alamat email dan facebooknya, pasti dia akan menjawab segala pertanyaan lo seputar ABB dan kinerjanya ( syaifulhaq1@gmail.com)
Tulisan yang lo buat mengenai ABB akan banyak mengundang kontroversi man!...tapi itu bagus man! coba tanya ke Supri ya?...

supri said...

joh, snang diajak terbuka soal ini. Ketahuilah, Islam itu agama yang tak cuma mengatur masalah ritual ibadah sj. Tapi jg smua konteks kehidupan. Dari mulai "Buang air kecil" pun sampai masalah "Tata negara" Islam itu lengkap, komprehensif, semuanya diatur demi maslahat. Adakah suatu "Isme" yg selengkap seperti Islam? Begitulah Islam.
Ujaran Ust ABB memicu rusaknya NKRI? Why? NKRI toh memang adl suatu tatanan kenegaraan yg tdk islami. Sdh seharusnya dirombak dg syariat Islam yg bagi kami, umat Islam, wajib menegakkannya."Inilhukmu illa lillah..." (Tidaklah hukum itu kcuali milik Allah) Menegakkan dg jihad
Ini mmg berkaitan dg soal iman. So, ya yg beriman dg Islam dg sebenarbenarnya sj yg menerima secara kaffah. Yg kafir? terserah!

supri said...

John, sekali lagi, sy senang kau open utk diluruskan. Untukmu, aku sarankan, segeralah masuk ke dlm Islam! Agama fitrah, yg perintah dan larangan di dlm-nya hanyalah tuk kemaslahatan. Tak ada yg mesti diragukan bagi org yg berakal. Kebenaran Islam bahkan dpt dibuktikan dgn science modern.

Dapatkah kau bayangkan, bgmn mungkin seorang arab (Muhammad) di masa belasan abad silam bisa mengarang berbagai temuan dasar teori berbagai cabang ilmu pengetahuan? Tidak mgkin, kcuali itu adalah kebenaran dr Allah, yg dibawanya.

Berbagai bidang ilmu,terangkum dlm Al-Quran,jauh sebelum ilmuan modern berteori.Kau tahu teori "Big Bang"? Bahwa alam semesta mulanya (Menurut pr ahli astronomi) sebuah bagian zat.Tp lalu terjadi sbuah "Big bang" di pusat gumpalan raksasa, dr situ bongkahan zat yg kuat mulai beterbangan ke segala arah. Dr "Big Bang" itu sistem solar kita berasal,juga galaksi dan...
Tahukah kau bahwa belasan abad silam, Al-Quran telah bicara tentang itu?

Dengarlah!; "Dan apakah orang2 yang ingkar itu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya langit & bumi itu keduanya adalah suatu yang padu. Kemudian Kami pisahkan antara keduanya." (Al-Quran-Al-Anbiyaa; 30)

Itu adalah satu contoh dari sekian ribu ayat Al-Quran yang sesuai dengan berbagai penemuan science modern. Masih banyak lagi dan juga dari beragam bidang ilmu (Biologi,astronomi,psikologi dsb)

Begitulah, kebenaran Islam Allah buktikan di jagat raya ini. Sebagaimana Firman-Nya;
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda2 (Kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri.Sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Quran itu adalah benar." (Al-Quran-Fushilat; 53)

Tunggu apalagi, John? Aku tunggu pernyataan "Syahadat"-mu.

Thx

FAISAL ACHMAD said...

Anda ingin bicara tentang islam, well... tapi, bung, sadarkah anda bahwa ada kata "Tolol" yang anda sematkan untuk Ustadz ABB. Itu saya tidak bisa terima, sebagai umat islam yang mengormati beliau. Ide beliau adalah tentang kebangkitan Islam di Indonesia, kalau anda bilang "Tolol" berarti anda menghina "Kebangkitan Islam" dan itu artinya anda menghina "Islam"
Kalau benar niatan anda utk menghina Islam, ketahuilah, Umat Islam (Khususnya saya) siap mengasah golok untuk menggorok batang leher anda!!!
Kalau anda melantangkan "Perang", ketahuilah, umat Islam sejak dulu tak takut untuk menghadapi musuh2 kafir jenis mana pun. Kami siap mati untuk membela Islam. Dan, justru "Mati syahid" memang adalah cita-cita kami!
Kalau niatmu bukan mengajak perang, nyatakanlah permohonan maaf! Kalau tidak... kapan kau mau kopidarat? Biar kita selesaikan! Kami tak takut dengan bombardir sekelas bom fosfor sekali pun, apalagi jika cuma kau seorang.
Bagaimana? Tolong jawab, Bung john.

Nb; jika hanya masalah pribadi saya yang tersinggung, saya bisa tak sensitif. Tapi jika sudah berkait dengan Islam ang disinggung dan dinista, No! Tak ada kata diam!

Jihad is my way!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

mr_john said...

Waduh, Mas Faisal, kok langsung bicarakan soal penggolokan dan bom fosfor? Tenang dulu mas, memang bukan niat saya untuk menghina Islam, tetapi untuk membina perdebatan tentang ide-idenya ABB. Kalau pengertian saya dari pembicaraan ABB di video yang terattach di atas, dia ingin menghancurkan NKRI.

Seperti saya katakan di atas, jelas, saya bukan WNI jadi tersera kalian kalau mau dipisah-pisah pulau-pulaunya Indonesia untuk dijadikan beberapa negara baru. Tetapi seperti masyarakat di Rusia dan negara-negara yang dulu masuk USSR, banyak negara di Afrika, Israel/Palestina, Timor-Leste, dan banyak tempat yang lainnya, pembentukan negara baru hampir selalu diikuti dengan pembunuhan berskala besar. Jadi, menurut saya, ya ide yang akan menghasilkan puluhan-ribu korban meninggal dunia adalah ide yang tolol, walaupun ini keterlibatan negara saya sendiri di perang Irak ataupun penghancuran NKRI.

Mas Faisal berkata "Ide beliau adalah tentang kebangkitan Islam di Indonesia." Saya bertanya, "apakah ini benar?" Sekali lagi saya bertanya "Yang mana yang lebih baik? 100 orang datang solat karena dipaksa, atau 1 orang datang oleh karena keinginannya sendiri?"

Kalau masalah penghormatan kepada ABB, ya, memang saya kurang hormati dia, tapi bukan karena agamanya. Setiap orang yang saya baru kenal, ya saya hormati, baik dari anak jalanan sampai Menteri atau pemilik konglomerat. Saya memang seorang optimis, rata-rata saya ingin percaya bahwa orang, pada dasarnya, baik dan juga ingin berbuat baik. Selama orang ini berbuat baik dan saling menghormati orang-orang lain, ya saya terus hormati orang tersebut. Kalau berbuat yang salah, ya bisa saya terima beberapa kali, tetapi kalau terus-terusan, ya kehormatan saya juga ada batasnya. Kalau orang mempromosikan kebencian seperti ABB, itu yang saya tidak bisa terima walaupun orang ini dari agama Kristen, Katolik, Islam, Hindu ataupun ateis.

Love and respect is my way.

JIHAD IS MY WAY said...

John,aku mengerti saudara Faisal bisa demikian. Biar aku menjadi "juru tengah"

Aku ingin tambahkan sedikit pemahaman tentang jihad. Bahwa, jihad memiliki makna yang kompleks nan global. Tak melulu identik dengan perang dan sejenisnya. Tapi jauh lebih luas dari itu

Jihad, secara harfiah berarti "Berjuang" Berjuang demi tegaknya Islam agar kalimah Allah-lah yang tertinggi. Tapi, penjabaran dari perjuangan itu sendiri yang kutahu sejalan dengan ucapanmu "Love and respect is my way" Sebab Islam memang agama damai, love and peace. Sebagaimana misi diturunkannya Nabi adalah sebagai rahmatan lil alamin (Rahmat bagi semesta alam) Jihad, juga berarti "Berjuang" menciptakan kondisi yang aman-nyaman-damai namun tetap tak bersebrangan dengan syariat.
Jihad dalam bentuk "War" memang tak dinafikkan, adalah suatu panggilan jika keadaan tertentu menuntut itu terjadi.

Menuntut ilmu adalah jihad, mencari nafkah yang halal adalah jihad, menegakkan kebaikan adalah jihad etc. Meski, ya, tak dinafikkan, banyak orang islam yang bodoh lantaran tak mau menuntutilmu.Padahal jika orang Islam menuntut ilmu sebenar-benarnya (Menjalankan kewajiban belajar) maka "Peradaban Islam" akan kembali "Berjaya" sebagaimana sebelum keruntuhan khilafah Islam internasional. Masa dimana para ilmuwan muslim lahir dan lahir, yang karya fikiran mereka di bidang pengetahuan banyak menjadi batu loncatan bagi kemajuan dunia.

Kuhargai opinimu tentang negriku ini, John. Senang bisa "Ngopi" (Ngobrol-Pikiran)Tapi penting tuk diingat, "Umat Islam" memiliki "Islam" sebagai "agama" dan "Ideologi" Dan, negri ini mayoritas memang muslim.

"Jihad + love and respect is my way."